Baru saja berakhir
Hujan di sore ini
Menyisakan keajaiban
Kilauan indahnya pelangi
Baru kemarin rasanya gue duduk di bangku SMP, masih pake putih merah, masih polos-polosnya. Masih celingak-celinguk ngeliat sekolah baru. Masih takut-takutnya di MOS-in. Haha. Dan sekarang? 6 bulan berlalu semenjak kenaikan ke kelas 9. Kurang dari 6 bulan lagi waktu ku buat sama anak-anak SMP. Ingetnya aja udah pengen bikin nangis. Hhhhh... Apa enggak terlalu cepat? Pertanyaan itu selalu berputar di pikiran gue. 3 tahun ngelihat muka-muka yang sering banget bikin gue marah, ketawa, mangkel, senyum-senyum, dan selanjutnya? Belum tentu gue bisa ketemu mereka lagi di SMA nanti. Belum tentu kan kita sesekolah ini satu SMA lagi? Enggak ngebayangin deh bakal lewatin hari-hari tanpa mereka lagi...
Tak pernah terlewatkan
Dan tetap mengaguminya
Kesempatan seperti ini
Tak akan bisa di beli
Berapapun harganya, enggak akan pernah sanggup membayar kebahagiaan yang pernah gue rasain sama mereka. Becanda, ngambek2an, lok2an. Hahahaha. Banyak kekonyolan yang kadang2 terjadi diluar nalar seorang anak berusia (nyaris) 15 tahun. Kesempatan paling berharga dalam hidup adalah bisa mengenal seseorang yang begitu berharga dalam hidup elo. Salah satunya adalah mereka. Secara enggak langsung, mereka adalah pijakan kita untuk kedepannya. Who knows? Jadi, enggak akan ada apapun yang bisa ngebeli kebahagiaan itu ;)
Bersamamu ku habiskan waktu
Senang bisa mengenal dirimu
Rasanya semua begitu sempurna
Sayang untuk mengakhirinya
Seneng banget bisa kenal sama mereka. Banyak waktu yang udah gue abisin sama mereka. Gila2an. Hahaha. Tapi ada sih yang mangkelno. Pas itu iseng narik dasinya Rio sampe lepas, terus gue disuruh mbenerin, enggak boleh minta tolong -_- Disitu pengen nangis tok bawaanku. The hell -_- Hahaha. Tapi semuanya itu berasa sempurna banget. Gimana enggak? Punya temen-temen segila itu masih enggak bisa dibilang sempurna? Hmm. Gue rasa elo harus lebih bisa menghargai hidup :) Satu lagi, itu alasan kenapa gue enggak mau buat mengakhiri semuanya. Ini terlalu.... Sempurna !
Melawan keterbatasan
Walau sedikit kemungkinan
Tak akan menyerah untuk hadapi
Hingga sedih tak mau datang lagi
Ada waktu dimana kita akan menjadi pribadi yang sedikit bandel. Ya. 'Mendobrak' dengan frontal apa yang seharusnya kita patuhi. Nggak gampang memang, tapi gue rasa, anak-anak nggak akan nyerah buat 'melawan' apa yang sudah ditetapkan. Bukan.. Bukan untuk mengajarkan hal buruk, hanya untuk sekedar berbagi, walau ujung-ujungnya disuruh bawa coklat yang harganya naujubilah, tapi seenggaknya bisa bikin kita seneng. Lagi-pula, bukannya peraturan itu dibuat untuk dilanggar? ;)
Bersamamu ku habiskan waktu
Senang bisa mengenal dirimu
Rasanya semua begitu sempurna
Sayang untuk mengakhirinya
Di dunia ini nggak ada yang sempurna. Begitu juga pertemanan. Bakal ada selisih, beda pendapat, dan beru-jung dengan bertengkar. Tapi di situlah titik historinya. Pertemanan itu juga butuh bumbu-bumbu untuk mem-buatnya lebih berwarna. Bayangin aja, pertemanan itu adem ayem, saling mengalah, saling nerimo apa yang dipilih temen kita, beeehhh, apa kata dunia?
Janganlah berganti
Janganlah berganti
Janganlah berganti
Tetaplah seperti ini
Terkadang, di dalam hati kita berharap supaya semuanya tetap seperti ini. Semua yang pernah berlalu tidak akan pernah berganti. Semuanya yang telah menjadi memori akan tetap seperti ini, tanpa ada yang akan merubah. Semua akan tetap terpatri dalam hati. Tapi inilah kehidupan. Seperti roda, semuanya akan terus berputar. Tidak mungkin kita hanya terpaku pada satu masa, tanpa melihat masa yang akan datang.
Janganlah berganti
Janganlah berganti
Tetaplah seperti ini
Pertemuan ada untuk mengawali perpisahan, dan perpisahan hadir untuk mengakhiri pertemuan. Itu sudah hukum alam.Tidak ada yang menginginkan perpisahan. Tidak akan ada perpisahan yang menyenangkan. Perpisahan itu menyakitkan, dan akan lebih menyakitkan ketika kita tidak akan percaya, bahwa mereka, yang berpisah dengan kita, tidak akan mengingat kita sebagai peran utama dari skenario kehidupannya.
Mereka, yang elo sebut sahabat kecil itu, akan merasakan hal yang sama dengan yang elo rasakan ketika kalian berpisah. Dan jika mereka memang sahabat terbaik elo, mereka enggak akan lupa, kalo mereka pernah punya aktor dan aktris terhebat sepanjang masa di dalam laga hidupnya.