Kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya...
Tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya...
Mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya...
Leher yang akan lebih sering melihat ke atas...
Lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja...
Hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya...
Serta mulut yang akan selalu berdo'a...

Kamis, 31 Januari 2013

UNIX

  UNIX adalah salah satu sistem operasi yang tersedia untuk digunakan di komputer pribadi, server dan jaringan. Beberapa kalangan menganggap SO Unix lebih efisien dan dapat diandalkan dibandingkan sistem operasi lainnya. Sistem operasi UNIX dikenal karena ringan fitur dan kemampuan untuk mengintegrasikan dengan lancar dengan sistem operasi lain.

  UNIX adalah sistem operasi komputer yang digunakan pada server, workstation dan komputer pribadi. Unix adalah program berdasarkan klien-server model yang memungkinkan untuk multi-user interface atau jaringan. Dan Menggunakan utilitas program kecil, sehingga sistem UNIX ini mampu melakukan beberapa tugas dari beberapa pengguna dalam kerangka waktu yang sama.

  Sistem operasi UNIX yang terdiri dari tiga komponen utama:

1. Kernel
  Ini adalah perintah dari pusat sistem operasi.Dari sini program konfigurasi memori ditugaskan, serta waktu-urutan peristiwa. Kernel juga mengelola sistem repositori dalam menanggapi sistem panggilan.

2. Programs
  Program yang ini membuat individu atas perintah yang diberikan oleh user untuk melakukan tugas-tugas tertentu.

3. Shell
  Shell memungkinkan pengguna untuk berkomunikasi dengan sistem. Di sinilah perintah baris yang dimasukkan, Shell menterjemahkan perintah untuk kernel.

  Sejarah Sistem operasi UNIX dikembangkan di AT & T Bell Labs oleh Ken Thompson dan Dennis Ritchie sebagai upaya untuk menyediakan operasi yang lebih efisien untuk lingkungan yang baru. Unix adalah sistem operasi pertama untuk memanfaatkan file system yang mempunyai kemampuan multi-tasking.

  Manfaat dari sistem operasi UNIX dibandingkan sistem operasi lain pada komputer Anda tergantung pada kebutuhan khusus komputer untuk apa. UNIX menyediakan lingkungan yang stabil, yang berarti itu mengurangi kerentanan terhadap crash program ketika baru dipasang.

  UNIX juga merupakan sistem yang lebih mandiri dalam program yang dapat berfungsi sebagai sendiri mail dan mencetak server. Hal ini memungkinkan untuk mendapatkan privasi, karena mail akan didownload secara langsung ke komputer tidak dengan di web server. kemampuan memproses akan lebih cepat, dan memerlukan sedikit memori.

Kamis, 03 Januari 2013

Life is Never Flat!

   Lo pernah pergi ke daerah pegunungan? Err... Ato nggak... Dataran tinggi? Gue yakin, sebagian besar dari kalian udah pernah pergi kesana. Kebuacut kalo belum pernah~
   Kalo lo bandingin jalanan yang ada di daerah perkotaan sama daerah pegunungan, apa yang bisa lo simpulin? Hm? Apa? Yap! Jalanan di perkotaan cenderung lempeng alias lurus-lurus aja. Tapi di daerah pegunungan, jalanannya cenderung berbelok-belok. Ga mungkin kan kalo ke pegunungan jalannya lurus? Yang ada elo masuk ke jurang~
 
   Sebenernya pertanyaan gue itu tadi ada hubungannya sama yang pengen gue bahas disini. Lagi-lagi, gue akan ngebahas tentang polemik hidup. Esedeh. Bahasa gue udah kayak motivator-motivator kece B)
 
   Sama kayak jalanan pegunungan, hidup ga bakal pernah lurus lempeng datar gitu-gitu aja. Pasti ada belok-beloknya. He'eh. Life is never flat. Tapi justru itu yang bikin hidup lo berwarna. Lo bakal keluar dari zona nyaman lo, dan berusaha buat bergerak untuk lo ngembaliin jalan 'belok' itu jadi 'lurus' lagi. Paham? Nggak? Sama, gue juga~
 
   Beberapa jam sebelum gue nulis ini, ada temen gue curhat tentang kehidupannya dia disekolah barunya. Kebetulan gue udah kenal lama sama temen gue ini. Dia temen sd + smp gue. Jadi gue oke-oke aja pas dia curhat sama gue.
    Dia cerita tentang temen sd gue yang juga kebetulan satu sekolah (lagi) sama dia. Sebut saja namanya Sisca. Temen gue ini bilang, kalo si Sisca ini sekarang makin menjadi-jadi. Makin sok, sksd, kemalan dsb. Tau kemalan kan? Engga tau? Cari di google. Jaman udah gaul men~
 
   Singkat cerita, Sisca ini punya geng gitu di sekolahnya sekarang. Dan menurut temen gue, gengnya itu berasa yang punya sekolah gitu. Sok berkuasa. Sampe-sampe ada leadernya juga! Woh, haha. Gue kaget ga kaget sih ya. Jaman dulu sd, temen gue ini sempet terjebak dalam lautan luka dalam. Oke. Gue alay. Gue tau.
   Sisca ini udah keliatan banget kelakuan sok penguasanya. Dari jaman dulu, gue udah gedek sama kelakuannya. Jaman dulu, gue bukan seseorang yang berani buat nentang apa yang enggak gue suka. Gue termasuk kaum 'buangan' yang cenderung 'diam' ngeliat kelakuan-kelakuan temen-temennya. Yap. Gue cuma ngeliat dan diam. Apapun yang gue rasain, lebih suka gue pendem.
 
   Temen sd gue ini cerita panjang lebar sama gue tentang kelakuan Sisca yang makin menjadi. Temen gue ngerasa, dia cuma dimanfaatin. He'eh. Di manfaatin. Sisca ini pura-pura baik sama dia, cuma demi mendapatkan keuntungan sepihak. Yap. Semacam parasit.
   Temen gue juga bilang, gengnya Sisca ini semacem geng yang nggak pengen dikalahin. Selalu pengen terlihat lebih dari orang-orang disekitarnya. Selalu berusaha terlihat 'lebih' dari orang-orang disekitarnya. Bukannya gue ngehina, tapi kalo kayak gini, look like dog nggak sih?
 
   Gue bukan tipe orang yang bakal percaya gitu aja dari omongan orang. Dan sepertinya temen gue paham sama jalan pikiran gue. Dia ngasih gue acc twitter Sisca sama leader geng itu. Gue buka twitter mereka, dan yap, yang gue liat, nggak beda sama apa yang temen gue bilang. Semua terjawab lewat bahasa mereka di twitter.
   Temen gue sempet bilang, geng ini suka banget buat ngehina orang. Temen gue salah satu korbannya. Banyak banget cerita negatif yang diceritain temen gue, dan itu semua itu terjawab lewat twitternya.
 
   Lewat tulisan gue di atas, gue rasa siapapun yang baca pasti punya persepsi masing-masing. Itu hak lo pada punya persepsi apa aja. Tapi gue juga punya pendapat yang pengen gue bagi disini.
 
   Gue nggak munafik banyak banget orang yang bersikap kayak gitu. Dimanapun lo berada, disituasi apapun lo ada, lo pasti nemuin orang macem begitu. Sama dengan banyaknya orang yang nanggepinnya dengan berbagai reaksi.
   Gue cenderung lebih seneng ngeladenin anak kayak gitu pake otak, bukan pake otot. Anak kayak gitu ga mungkin bisa dikeras, harus pelan-pelan. Iya. Pelan-pelan tapi nusuk.
 
   Gue kadang bingung sama anak kayak gitu. Sok punya kuasa. Haha. Konyol. Iya. Lah wong yang dipake masih duit orang tua, apa yang mau dipamerin. Gitu kok bangga?
   Gue mandang ini semua masih dalam ego remaja. Yap. Gue bisa ngomong gini karena gue juga remaja. Gue tau, dari dalam diri gue ada juga keinginan-keinginan buat nunjukin ke semua orang "Ini loh gue!" Ga munafik, gue juga pernah ngerasaiin hal itu.
 
   Mereka, yang gue ceritain diatas, cuma segelintir orang yang lagi nyari jati dirinya, tapi sayang, dengan cara yang salah. Mereka cenderung pengen terlihat eksis, atau kata kasarnya, kebelet eksis. Yap. Mereka pengen dianggap 'ada' dengan cara seperti itu. Tapi bukan perhatian yang mereka dapet, tapi justru pandangan negatif orang-orang yang muncul. Dan buat gue, orang kebelet eksis, orang yang menggunakan segala macam cara untuk mendapatkan perhatian orang lain, itu cuma pathetic person. Menyedihkan.
  
   Hari gini, siapa sih yang ga pengen dianggap kaum eksis? Disetiap diri seseorang, selalu ada sebersit perasaan kayak gitu. Pasti ada. Tapi setiap orang juga punya cara masing-masing buat mendapatkan keeksisannya itu. Entah lewat karyanya, prestasi atau...... sensasi. Itu semua balik lagi ke diri lo sendiri. Gue nggak tau pasti cara apa yang lo pake, tapi yang pasti, gue pribadi, lebih milih pake karya dan prestasi gue daripada sensasi yang gue pake. Karena gue tau, prestasi akan lebih abadi daripada sensasi :)
 
   Dan lo, seandainya lo ngalamin kejadian kayak gini, lo diemin aja. Jangan lo tanggepin. Kalo kata orang, yang waras ngalah. Eits! Jangan salah persepsi. Ngalah bukan berarti kalah. Kita ngalah buat menang. Daripada lo tanggepin, tapi justru lo ga dapet apa-apa. Yang lo dapet cuma rasa capek.
 
   Kita punya hidup masing-masing. Hidup kita terlalu berharga buat dipake mikirin hal yang sebenernya bukan urusan kita. Kalo emang kelakuan mereka udah ngeganggu idup kita, lo liat aja dia dengan tatapan "Gue nggak punya waktu ngeladenin ocehan nggak mutu lo." See? Lo bakal liat sendiri, gimana reaksi nyahoknya dia. Oke? ;)