Kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya...
Tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya...
Mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya...
Leher yang akan lebih sering melihat ke atas...
Lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja...
Hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya...
Serta mulut yang akan selalu berdo'a...

Senin, 23 Januari 2012

Youtube-ing

Entah kenapa hari ini gue addict banget sama you tube. Termasuk yang satu ini. Ada yang ganteng, hehe. Gue barusan youtube-ing, dan enggak sengaja nemu cover song dari Coboy Jr. Chris and Fam recover that song with perfectly :D Haha, disamping ganteng, suaranya bikin ngeeeeh *.* Enggak salah kan gue milih dia jadi cowo gue? #abaikan

Penasaran? Check this one !

Christoffer Nelwan and Fams


Sahabat Kecil

Baru saja berakhir
Hujan di sore ini
Menyisakan keajaiban
Kilauan indahnya pelangi

Baru kemarin rasanya gue duduk di bangku SMP, masih pake putih merah, masih polos-polosnya. Masih celingak-celinguk ngeliat sekolah baru. Masih takut-takutnya di MOS-in. Haha. Dan sekarang? 6 bulan berlalu semenjak kenaikan ke kelas 9. Kurang dari 6 bulan lagi waktu ku buat sama anak-anak SMP. Ingetnya aja udah pengen bikin nangis. Hhhhh... Apa enggak terlalu cepat? Pertanyaan itu selalu berputar di pikiran gue. 3 tahun ngelihat muka-muka yang sering banget bikin gue marah, ketawa, mangkel, senyum-senyum, dan selanjutnya? Belum tentu gue bisa ketemu mereka lagi di SMA nanti. Belum tentu kan kita sesekolah ini satu SMA lagi? Enggak ngebayangin deh bakal lewatin hari-hari tanpa mereka lagi...

Tak pernah terlewatkan
Dan tetap mengaguminya
Kesempatan seperti ini
Tak akan bisa di beli


Berapapun harganya, enggak akan pernah sanggup membayar kebahagiaan yang pernah gue rasain sama mereka. Becanda, ngambek2an, lok2an. Hahahaha. Banyak kekonyolan yang kadang2 terjadi diluar nalar seorang anak berusia (nyaris) 15 tahun. Kesempatan paling berharga dalam hidup adalah bisa mengenal seseorang yang begitu berharga dalam hidup elo. Salah satunya adalah mereka. Secara enggak langsung, mereka adalah pijakan kita untuk kedepannya. Who knows? Jadi, enggak akan ada apapun yang bisa ngebeli kebahagiaan itu ;)

Bersamamu ku habiskan waktu
Senang bisa mengenal dirimu
Rasanya semua begitu sempurna
Sayang untuk mengakhirinya


Seneng banget bisa kenal sama mereka. Banyak waktu yang udah gue abisin sama mereka. Gila2an. Hahaha. Tapi ada sih yang mangkelno. Pas itu iseng narik dasinya Rio sampe lepas, terus gue disuruh mbenerin, enggak boleh minta tolong -_- Disitu pengen nangis tok bawaanku. The hell -_- Hahaha. Tapi semuanya itu berasa sempurna banget. Gimana enggak? Punya temen-temen segila itu masih enggak bisa dibilang sempurna? Hmm. Gue rasa elo harus lebih bisa menghargai hidup :) Satu lagi, itu alasan kenapa gue enggak mau buat mengakhiri semuanya. Ini terlalu.... Sempurna !

Melawan keterbatasan
Walau sedikit kemungkinan
Tak akan menyerah untuk hadapi
Hingga sedih tak mau datang lagi


Ada waktu dimana kita akan menjadi pribadi yang sedikit bandel. Ya. 'Mendobrak' dengan frontal apa yang seharusnya kita patuhi. Nggak gampang memang, tapi gue rasa, anak-anak nggak akan nyerah buat 'melawan' apa yang sudah ditetapkan. Bukan.. Bukan untuk mengajarkan hal buruk, hanya untuk sekedar berbagi, walau ujung-ujungnya disuruh bawa coklat yang harganya naujubilah, tapi seenggaknya bisa bikin kita seneng. Lagi-pula, bukannya peraturan itu dibuat untuk dilanggar? ;)

Bersamamu ku habiskan waktu
Senang bisa mengenal dirimu
Rasanya semua begitu sempurna
Sayang untuk mengakhirinya


Di dunia ini nggak ada yang sempurna. Begitu juga pertemanan. Bakal ada selisih, beda pendapat, dan beru-jung dengan bertengkar. Tapi di situlah titik historinya. Pertemanan itu juga butuh bumbu-bumbu untuk mem-buatnya lebih berwarna. Bayangin aja, pertemanan itu adem ayem, saling mengalah, saling nerimo apa yang dipilih temen kita, beeehhh, apa kata dunia?

Janganlah berganti
Janganlah berganti
Janganlah berganti
Tetaplah seperti ini
 

Terkadang, di dalam hati kita berharap supaya semuanya tetap seperti ini. Semua yang pernah berlalu tidak akan pernah berganti. Semuanya yang telah menjadi memori akan tetap seperti ini, tanpa ada yang akan merubah. Semua akan tetap terpatri dalam hati. Tapi inilah kehidupan. Seperti roda, semuanya akan terus berputar. Tidak mungkin kita hanya terpaku pada satu masa, tanpa melihat masa yang akan datang.

Janganlah berganti
Janganlah berganti
Tetaplah seperti ini


Pertemuan ada untuk mengawali perpisahan, dan perpisahan hadir untuk mengakhiri pertemuan. Itu sudah hukum alam.Tidak ada yang menginginkan perpisahan. Tidak akan ada perpisahan yang menyenangkan. Perpisahan itu menyakitkan, dan akan lebih menyakitkan ketika kita tidak akan percaya, bahwa mereka, yang berpisah dengan kita, tidak akan mengingat kita sebagai peran utama dari skenario kehidupannya.

Mereka, yang elo sebut sahabat kecil itu, akan merasakan hal yang sama dengan yang elo rasakan ketika kalian  berpisah. Dan jika mereka memang sahabat terbaik elo, mereka enggak akan lupa, kalo mereka pernah punya aktor dan aktris terhebat sepanjang masa di dalam laga hidupnya.

Minggu, 22 Januari 2012

Stand Up Comedy Addict History

Ini alasan kenapa mendadak gue bisa jatuh cinta sama stand up comedy. Raditya Dika adalah sumber dari segala sumber atas semua ini. Pertama kali gue liat stand up comedy nya itu pas akhir taun kemarin. Yaa, rasa-rasanya dia lagi galau (lagi) dan jujur, gue berharap dia bisa move on. Semoga.

Di segmen itu, entah kenapa banyolannya kocak bin absurd abis. Semua tentang segala kejijikan pas masa PDKT dan pacaran dikupasnya secara total!! Ya seenggaknya, gue yang jomblo punya temen buat berbagi kejijikan atas mereka-mereka yang asik banget pacaran. Dan jujur, gue sependapat sama dia, kalo gue dan dia itu fakir asmara, tapi bukan pengemis cinta *kibas poni*

Gue ada video dia pas lagi jadi comic akhir taun lalu. Check this out guys.


Minggu, 11 Desember 2011

Blue Addicted =))

Apa warna yang kamu suka prit? BIRU !!

Yak. Aku emang aku tergila-gila dengan biru. Kenapa? Sejujurnya, aku bahkan juga enggak tau kenapa aku be- gitu suka dengan warna biru. Tapi akhirnya aku punya alasan kenapa aku bisa suka sama warna biru. Mau tau? Ini penjelasannya.

Biru itu... melambangkan ketenangan dan kedamaian. Biasanya, jika kamu melihat hamparan luas langit biru dan mendengar riak ombak biru di dekatmu, aku cenderung bisa tenang. Seberat apapun masalahku, aku bisa tenang kalo udah ngeliat warna satu itu. Biru. Banyak hal yang begitu luas yang digambarkan dengan biru. Langit, laut, hhh... Sama kayak penggambarannya. Warna ini emang punya banyak makna yang enggak bisa digambarkan dengan kata-kata.



Itu tadi alasanku kenapa aku begitu mencintai biru. Dan cukup segini, sekian. *nox*

Interupsi !!

OKE !!! SAYA PERLU MELURUSKAN SESUATU DISINI !!

Barusan saya iseng untuk melihat blog dari adik kelas saya, dan tidak sengaja ada satu postingan yang merujuk ke arah perekonomian Indonesia. Oke guys, disini aku jelasin sesuatu.

Indonesia tidak bisa maju dengan melesat seperti negara lainnya karena sudah merasa hidup di surga? Hmm.. Aku rasa itu opini yang salah. Sekarang begini, sekaya apapun sumber daya alam (SDA) suatu negara, tapi percuma juga kalo kita enggak bisa mengolah itu. Indonesia tidak membutuhkan dunia? Oke. Saya jabarkan analisa saya.

1. Bagaimana cara Indonesia mengolah SDA yang terkandung di dalam negara ini?
    Menurut survey, mayoritas menjawab bahwa Indonesia memerlukan TEKHNOLOGI untuk mengolah SDA yang ada. Sekarang saya balik pertanyaan saya ke anda. Apakah Indonesia sudah mampu untuk menciptakan tekhnologi itu sendiri? Apa sudah mampu Indonesia untuk menciptakan kecanggihan tanpa ada bantuan dunia? Hmm.. YOU WRONG IF YOU THINK LIKE THAT GUYS !! Sampai detik ini saya menulis, perkem- bangan tekhnologi Indonesia masih amat sangat bergantung dengan negara maju, seperti Jepang dan Jerman. Belum ada pribumi Indonesia yang berhasil menemukan olahan tekhnologi canggih yang dapat membantu untuk mengolah tanah surga Indonesia ini. Jadi? Masih banyak PR bagi Indonesia. Tidak hanya sekedar terlena dengan tanah SURGA nya. Dan, percuma saja hidup serasa di surga tapi tidak bisa mengolahnya.

2. Bagaimana cara Indonesia mengatur penduduknya yang sedemikian padatnya?
    Berapa jumlah penduduk Indonesia? Lebih dari 250.000.000 JIWA !! Sekarang anda bayangkan saja. Apa tidak terlalu susah untuk mengatur penduduk Indonesia yang sedemikian padatnya, tapi sudah dapat dipastikan memiliki watak yang berbeda? Saya rasa pemerintah sudah sangat keras berusaha menekan pertumbuhan penduduk di Indonesia yang semakin gila-gilaan. Di blog adik kelas saya di jelaskan, Jepang meningkatkan kualitas masyarakatnya karena tahu wilayahnya sempit. Ya, saya tekankan sekali lagi. Di Jepang, seseorang yang berpikiran tentang rumah tangga itu sedikit. Mereka, terutama para wanita, bila sudah memutuskan untuk menjadi wanita karier, dia tidak akan mengurus rumah. Waktu mereka di habiskan untuk bekerja dan berkerja, jadi di sana tidak ada penekanan jumlah penduduk dan cenderung membebaskan. Dan karena PENDUDUK negara tersebut SEDIKIT, jauh lebih mudah untuk mengatur watak setiap pribadinya. Indonesia? I still hope can do like Japan.



Sejujurnya, masih banyak penjabaran-penjabaran yang bisa dibilang lebih spesifik lagi, tapi tidak akan selesai bila saya jabarkan pada 1 postingan sekaligus.Jadi intinya, Indonesia belum bisa maju bukan hanya dari segi ekonomi. Tapi masih ada politik, kependudukan, kesehatan, pendidikan dan faktor-faktor lain. Salah bila anda berpikir Indonesia tidak maju-maju karena terlalu malas berpikir karena sudah merasa seperti disurga. Jadi, apakah generasi anda yang akan memajukan Indonesia? *nox*